Kesederhanaan di Sudut Masjid Salahuddin Kantor Pusat Dirjen Pajak

Minggu, 04 November 20120 komentar

Islamedia - Mungkin di antara para jamaah sholat Jum’at masjid Salahuddin KPDJP (Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak) tadi tidak menyadari, bahwa di depan mereka, di belakang mereka, di samping mereka, di shaf ke tujuh, duduk seorang menteri yang dengan khusyuk ikut mendengarkan Khutbah Jum’at yang dibawakan Ustadz Musyafa A. Rahim. Saya sendiri duduk di shaf ke delapan, setelah tersibukkan oleh excel dan akhirnya hampir terlupa waktu Shalat Jumat tadi.

Memakai baju koko bersih dipadu dengan celana kain berwarna hitam dan peci hitam. Tak ada yang menduga bahwa dia adalah Menteri. Saya tengok ke kanan ke kiri, melihat ke belakang, mencari-cari barangkali ada pengawal yang menemani beliau. Sepertinya tak ada yang berperawakan sebagai pengawal, hehe. Perawakannya khas orang DJP semua. Mungkin tidak dikawal, dan dalam hati saya juga berharap, semoga beliau tidak dikawal.

Selesai khutbah, ketika iqamah dikumandangkan, Pak Menteri langsung berdiri, buru-buru maju ketika melihat shaf di depannya kosong. Lagi-lagi yang shalat di sebelahnya mungkin tak menyadari, bahwa orang di sebelahnya adalah Menteri. Saya sholat masih di shaf belakang beliau.

Selesai shalat, beliau berdzikir kemudian shalat ba’diyah dua rakaat. Sayapun shalat dua rakaat. Selesai shalat kemudian beliau meninggalkan Masjid. Saya ikuti. Ternyata benar, tak ada pengawal yang ikut. Dan sepertinya memang hampir tak ada yang sadar ada pejabat negara yang shalat di sini. Sandalnya pun diambil sendiri (biasanya di masjid Shalahuddin, satpam siaga menjaga dan mengambilkan sandal ketika ada pejabat eselon II atau I shalat di sini). Kemudian beliau menuju kompleks Widhya Chandra. Sepertinya jalan kaki, karena saya langsung menuju gedung utama, tak lagi mengikuti.

Mas Handoko yang baru saja menyelesaikan kuliah S2-nya dan berkantor di Direktorat PP I nanya ke saya,

“Itu Doktor Salim?”

“Iya, emang dikira siapa?”

Alhamdulillah, masih banyak pejabat dan pemimpin yang Insya Allah baik di negeri ini. Setelah kita tersuguhi dengan fenomena Jokowi yang merakyat, tampil apa adanya, tanpa pengawal, dan sebagainya, ternyata Jokowi tak sendirian. Tinggal bagaimana kita bersyukur atas pemimpin yang Allah SWT karuniakan kepada kita, dan sedikit merendahkan hati untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka dibanding keburukannya.

Bahkan berdasarkan info yang saya terima dari marbot Masjid, beliau juga rutin sholat subuh (sebagai imam) di Masjid Salahuddin KPDJP. Seperti biasa, Sang Menteri itu berjalan kaki, tanpa pengawalan.

Oleh : Agus Fredy Muthi'ul Wahab
Pegawai Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak

sumber
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DPC PKS Mustikajaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger