10 Alasan Kenapa mereka Keluar Dari PKS–Catatan Seorang Kader

Rabu, 07 November 20120 komentar

Sangat banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mantan kader PKS yang “out” dari kepartaian, namun dari beberapa pertemuan dan rangkaian analisa sendiri, saya menyimpulkan beberapa pertanyaan yang sering dijadikan sebagai “senjata” bagi mereka yang katanya lebih “bersih” ketika sudah keluar dari PKS. Inilah beberapa pertanyaan tersebut:

1. Saya keluar dari PKS karena PKS sudah tidak Islami lagi, mereka sudah berubah haluan dari Islam ke Nasionalis!

Jawaban:
PKS tidak keluar dari garis koridor Islami, karena PKS tetap berazas-kan Islam. Semua umat Islam juga boleh Nasionalis kepada daerah ataupun negaranya, tetapi yang tidak dibolehkan adalah ashabiyah. Nah ashabiyah itu tidak hanya kepada "nasionalis" (negara) tetapi dengan kelompok, harakah, organisasi, dll. Itu jelas haram hukumnya dimata Rasulullah. Dalam Sirrah/Tarekh sudah dijelaskan bahwa Rasulullah sendiri tidak mencegah Bilal yang "nasionalis"! :D lalu bagaimana bisa orang berkata nasionalis itu bukan bagian dari Islam?

2. PKS sudah sudah ter-infiltrasi oleh gerakan pemahaman liberal dengan memasukkan Orang non Islam ke-PKS!

Jawaban:
PKS sudah sejak pertama kali didirikan sudah jelas-jelas sebagai partai. Dalam Undang-Undang setiap partai yang berada di Indonesia ini adalah untuk semua kalangan, agama, dsb. Jadi sudah jelas, dari berdirinya PKS dulu dan sekarang sudah sewajibnya PKS membolehkan orang non Islam masuk kedalam PKS. Nah, mungkin banyak yang belum tahu atau membaca undang-undang "keanggotaan Partai Politik bersifat terbuka untuk setiap warga negara Republik Indonesia yang telah mempunyai hak pilih" Jadi sangat salah sekali jika PKS hanya untuk orang Islam saja. Hanya mungkin PKS ingin lebih menekankan bahwa non Islam pun boleh masuk ke PKS, dengan cara-cara PKS sesuai dengan Undang-Undang RI yang "Kedaulatan Partai Politik berada di tangan anggotanya/Partai Politik bersifat mandiri dalam mengatur rumah tangga organisasinya" dengan begitu PKS bisa mengatur dimana orang non Islam bisa menduduki jabatan tertentu sesuai dengan aturan main AD-ART PKS.

3. Saya keluar dari PKS, karena PKS masuk kedalam sistem demokrasi. Bukankah Rasulullah dulu ditawarkan "dunia dan isinya" Rasulullah tidak mau? Lalu kenapa PKS mau kekuasaan?

Jawaban:
Dalam hadits yang dikatakan Rasulullah menolak dengan mengatakan hadits ini "dunia di tangan kiri, matahari di tangan kanan" seringkali dipenggal-penggal. Seringkali dijadikan argumen pembenar bahwa Rasulullah menolak kekuasaan. Orang-orang yang suka memenggal hadits ini layaknya orang-orang yang senang memenggal-menggal Al Quran lalu dijadikan hujjah. Bukankah seharusnya hujjah/argumentasi dari dalil itu harus utuh, bukan sepenggal-sepenggal.
Hal ini bisa jadi orang yang mengatakan "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat" bisa dijadikan pembenar, karena mengambil sepenggal-sepenggal ayat. Dalam hadits ketika Rasulullah ditawari kekuasaan itu adalah seperti ini:
"Wallahi, ya ‘ammu lau wadha ‘us syamsa fie yamini wal qamara fie yasari ‘ala an atruka hadzal amra maa taraktuhu hatta yazh-harahullahu au ahluka dunahu."
Artinya: "Demi Allah, wahai pamanku, seandainya mereka meletakkan matahari di kananku dan rembulan di kiriku agar aku meninggalkan dakwah, niscaya aku tidak akan meninggalkan perkara ini (dakwah Islam) sebelum Allah memenangkannya atau semuanya akan binasa."
Nah, sudah sangat jelas sekali kalau tawaran kekuasaan yang diberikan kepada kafir Quraisy kepada Rasulullah itu adalah untuk menghambat dakwah beliau (Rasulullah). Jika memang kekuasaan itu adalah hal yang haram, tentu Rasulullah tidak akan menjadikan Islam itu jaya, menjadikah Islam sebagai agama yang menyeluruh/kaffah. Sebagaimana Islam ketika "berkuasa" atau mengatur secara islami ketika mendapatkan kekuasaan. Jadi, setiap orang yang beriman, harus berkuasa dan menjadikan kekuasaan itu adalah amanah untuk menjadikan yang lebih baik dengan cara Islami. Kalau belum berkuasa, yah jangan teriak-teriak "tegakkan syari’at Islam". Rasulullah tidak pernah meminta-minta seperti pengemmis untuk menegakkan syari’at Islam. Tetapi Rasulullah berusaha agar Islam itu dikenal dan masuk kedalam hati, sehingga orang dengan secara sukarela taat dengan syari’at Islam. Dan tentunya, tidak perlu melakukan hal yang dibenci Rasulullah (Mengemis-ngemis, TEGAKKAN SYARI’AT ISLAM…. TEGAKKAN KHILAFAH!!!)

4. Saya keluar dari PKS karena PKS mengikuti Demokrasi, bukankah Demokrasi itu haram! Saya ingin seperti PKS yang dulu, tidak ikut Demokrasi!

Jawaban:
Dari pembentukan PK sampai ke PKS, yah tetap PKS mengikuti demokrasi. Jadi tidak ada namanya PK atau PKS yang tidak mengikuti Demokrasi, kecuali masa-masa Syiri (sembunyi-sembunyi) dengan Dakwah "Tarbiyah". Dan perlu di ingat, Demokrasi itu bukan sebuah haram mutlak dalam Islam. Karena tidak ada dalil yang mutlak terhadap pengharaman demokrasi kecuali hanya ijtihad dari ulama yang mengharamkannya. Saya menghormati orang yang mengharamkan ijtihad ulama tentang pengharaman demokrasi, sebaliknya juga hormati orang-orang yang berdakwah melalui demokrasi. Kalau mau berbeda it’s ok. Asal tidak perlu merasa paling benar. Bisa dilihat disini —> http://suara01.wordpress.com/2010/04/07/kumpulan-tanya-jawab-masalah-demokrasi-haram-atau-tidak/

5. Kader-kader PKS sudah banyak yang menyimpang, Dewan PKS juga tidak sedikit yang melakukan kesalahan. Ini jelas PKS sudah mulai tidak Islami lagi!

Jawaban:
Kader PKS tidak sedikit memang yang menyimpang, tetapi yang masih benar dan baik juga tidak sedikit dan sangat banyak sekali. Dewan PKS memang ada yang melakukan penyimpangan, tetapi dewan PKS yang lain masih banyak yang baik dan benar dalam tugasnya.
Ini juga sama halnya di partai dan organisasi Islam yang lainnya. Setiap orang/kader pasti ada yang melakukan kesalahan. Hal ini jelas, maindstream kita sebagai manusia dalam berfikir harus dirubah. Bahwa setiap orang/organisasi/partai Islam merupakan bukan kumpulan malaikat. Mereka itu ada yang munafiq, ada yang buruk perangainya, tetapi tidak sedikit yang baik dan sangat banyak sekali yang shaleh. Jadi berfikirlah mereka itu kumpulan manusia yang akan selalu bisa melakukan sebuah kesalahan. Tidaklah kesalahan satu-dua orang bisa memberikan justifikasi kepada semua orang. Bisa jadi nanti kalau ada orang Islam mencuri didaerah orang kafir, orang kafir boleh mengatakan "kader-kader Islam itu suka mencuri". Tidak begitu bukan!!!


6. Saya keluar dari PKS, karena ada anggota dewannya yang non Islam

Jawaban:
Alhamdulillah, dengan adanya dewan non Islam, PKS sudah menerapkan syari’at Islam! Bukankah ketika Rasulullah berkuasa tetap saja masih ada "wakil" dari setiap bani israel/ setiap yahudi mempunyai bani/suku sendiri dan mereka memiliki pemimpin/wakil dari mereka sendiri dari setiap pertemuan. Jadi bagi orang Islam, silahkan memilih wakil yang Islam. Ketika terjadi pemilu sudah pasti hanya 3-4 orang saja yang non Islam dari no urut 1-10. Jadi setiap bani/suku itu mempunyai wakil untuk dijadikan pemimpin mereka. Bukankah yang tahu persoalan sebuah masalah adalah bani/suku itu sendiri, jadi harus ada yang menyampaikannya kepada pemimpin yang tertinggi (khalifah) dari setiap wakil dari pemimpin bani/suku tersebut. Lalu apa yang harus dijadikan titik point kesalahan PKS atas masuknya dewan non Islam?

7. PKS sudah terlihat pragmatis, ingin selalu berkuasa. Dan terlihat oportunis, maka saya keluar dari PKS!

Jawaban:
Sikap Pragmatis ingin berkuasa. Ini lebih cenderung untuk mengimplementasikan graind deseign agenda PKS kedalam negara, yang nantinya bisa di-implementasikan kepada masyarakat. Nah kalau oportunis (paham yg semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dr kesempatan yg ada tanpa berpegang pd prinsip tertentu) jika PKS oportunis, tentu PKS tidak akan lagi memperjuangkan hak-hak masyarakat. Toh, selama ini PKS masih berada pada jalur yang ditetapkan. Ketika seseorang sudah masuk keranah politik praktis, maka dunianya akan dipenuhi dengan berbagai inovasi cepat, dengan tentu ijtihad yang cepat. Ijtihad politik PKS ini tentu kadang terlihat baik dan tak jarang mengecewakan (apalagi bagi yang sudah apatis terhadap PKS). Yang penting kita harus menyadari, berjuang pada ranah politik itu tidak semudah mengucapkan "anda salah dan saya yang benar".

8. PKS itu sudah kayak paling benar kalau di kritik tidak mau, makanya saya keluar dari PKS!

Jawaban:
Harus dilihat, kiritikan itu harus tepat waktu dan tempat saat menyampaikannya. Jangan sampai kritikan yang kita lontarkan malah bersifat celaan, pembunuhan karakter, mencari-cari kesalahan, dll. Tentu hal ini akan menjadi sesuatu yang malas untuk ditanggapinya apalagi tidak sesuai dengan adab dalam Islam. Dan kritikan itu sifatnya membangun, ada masalah yang disoalkannya dan ada solusi yang dipecahkannya, nah itu namanya kritikan. Yah, kalau mau menasehati/mengkritik, lihat adabnya dulu —> http://suara01.blogspot.com/2008/04/hakekat-nasehat.html
Seorang yang baik, yang memang berniat baik tentu jiwanya akan baik pula. Dan ketika kritikan/nasehatnya tidak diterima tentu dia akan selalu berfikiran baik dan itulah ciri-ciri mu’min yang hanif. Selalu berkhusnudzan terhadap setiap yang mereka dapatkan termasuk penolakan terhadap kritikan/nasehat yang dia lontarkan.
Saya sendiri orang yang kritis dalam masalah syari’at, tetapi ternyata murabbi saya lebih mengerti syari’at. Bahkan kadang kami beradu hujjah tentang dalil yang bertentangan dan menyetujuinya. Tentu saya melakukan itu bukan dengan sok, tetapi sebagai mad’u yang memang membutuhkan ilmu. Nah, berapa banyak mad’u yang bertanya tetapi hakekatnya mendebat dan merasa dirinya lebih pintar dari Murabbinya?
"Ketahuilah, bahwa ketika engkau menasehati dengan benar dan baik. Maka Allah sendiri yang akan mengetahui seberapa besar keikhlasanmu terhadap apa yang engkau nasehatkan. Tetapi ketika engkau mempublikasikan aib orang lain, maupun organisasi lain. Maka sesungguhnya engkau telah menjerumuskan dirimu sendiri."

9. Jika ada berita tidak enak di PKS, maka disebut fitnah. Ini yang tidak saya suka dari PKS. Makanya saya keluar!

Jawaban:
Tentu pernyataan seperti ini juga termasuk fitnah! Kalau ada berita tidak enak tentu kita harus meminta tabayyun dan meminta copyan beritanya darimana. Jangan hanya "Kata Orang" tetapi nggak ada buktinya.

10. Sebagai kader, saya sering bertanya gencar sekali terhadap sebuah kejelekan yang dilakukan pemimpin/qiyadah PKS. Tetapi saya disebut barisan sakit hati. Makanya saya keluar dari PKS

Jawaban:
Yah tentu dong. Sudah tahu bahwa itu aib, kok ditanya terus-menerus. Padahal hakekatnya sudah tahu. Bukankah dalam Sirrah Nabawiyah bahwa Rasulullah juga pernah marah terhadap orang karena bertanya terus menerus terhadap permasalahan yang hakekatnya dia sudah mengetahuinya sendiri! Lah, kalau bukan BSH (Barisan Sakit Hati) lalu apa namanya? :D
Dan bukankah orang-orang yang selalu bertanya dan bertanya itu layaknya seorang Yahudi!!! Sudah dijawab oleh Nabi Musa, tetapi terus bertanya sampai akhirnya menyulitkan diri mereka sendiri. Makanya ber-khusnudzhan-lah. Insya Allah pasti hati plong, tidak ada pikiran buruku apapun yang nangkring dan syetan-pun susah membisikkan keburukan. Nah kalau pikirannya selalu buruk, tentu syetan gampang menghembuskannya!

Fajar Agustanto-Abu Jaisy

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DPC PKS Mustikajaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger